Kamis, 15 November 2012
Hari Jum'at merupakan hari istimewa bagi kaum muslimin. Karena keagungan dan keutamaan yang sangat banyak pada hari itu, maka sebagai seorang muslim, tentunya tidak akan membiarkan hari Jum'at berlalu begitu saja tanpa makna dan tanpa bisa menuai pahalanya.
Berikut ini Rangkuman sunnah-sunnah di hari Jum'at:
1. Membaca Surat as-Sajadah dan al-Ihsan Pada Sholat Subuh
Dari Abu Hurirah radhiallahu 'anhu berkata, "Adalah Nabi صلي الله عليه وسلم membaca pada sholat Subuh hari jum'at Surat as-Sajdah dan Surat al-lnsan."(HR. Bukhari)
Al-Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan, "Aku mendengar guru kami, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata, 'Nabi صلي الله عليه وسلم membaca dua surat ini karena kandungannya berisi penciptaan Adam عليه السلام, penyebutan hari kiamat dan kebangkitan para makhluk, dan hal itu semua terjadi pada hari Jum'at. Seolah-olah membaca dua surat ini adalah peringatan kepada umat akan apa yang telah dan akan terjadi.'"
2. Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi صلي الله عليه وسلم
Dari Aus bin Anas bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu juga ditiupnya sangkakala. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian akan ditujukan kepadaku. Para sahabat bertanya, 'Bagaimana sholawat itu ditujukan kepadamu padahal engkau telah menjadi tanah?' Nabi صلي الله عليه وسلم menjawab, 'Sesungguhnya Alloh mengharamkan bumi untuk memakan jasad-jasad para nabi.'"(HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan An-Nasai, dishahihkan oleh Al-Albani)
3. Membaca Surah Al-Kahfi
"Barang siapa membaca Surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka Alloh akan meneranginya di antara dua Jum'at."(HR. Al-Baihaqi dan Hakim)
4. Memperbanyak Do'a
“Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapatinya dan dia sedang sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengabulkan permohonannya tersebut."(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Mandi seperti mandi junub
"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh. Hendaknya dia bersiwak dan memakai parfum jika memiliki.”(HR. Bukhari & Muslim)
7. Memakai parfum, minyak rambut dan bersiwak
"Tidaklah seorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci menurut kemampuannya, kemudian memakai parfum dan minyak rambut, kemudian berangkat sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian sholat yang ditentukan baginya, dan ketika imam memulai khotbahnya dia diam dini mendengarkan, maka akan diampuni dosanya dari Jum'at ke Jum'at yang lain."(HR. Bukhari dan Muslim)
8. Memakai baju yang paling bagus
"Barang siapa mandi pada hari Jum'at dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum'at….”(HR. Abu Dawud, Ahmad, Hakim, Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Al-Albani)
9. Bersegera Berangkat Menuju Masjid
"Apabila hari Jum'at, malaikat berdiri pada setiap pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang pertama dan yang setelaknya dan yang setelaknya. Permisalan orang yang datang pagi-pagi seperti orang yang berkurban dengan seekor unta. Orang yang datang setelaknya seperti berkurban dengan seekor sapi. Yang datang selelahnya seperti berkurban dengan seekor domba. Yang datang setelahnya seperti berkurban dengan seekor ayam. Yang datang setelaknya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telak memulai khotbahnya, malaikat melipat lembaran catatannya untuk mendengarkan khotbah."(HR. Bukhari dan Muslim)
10. Meninggalkan Perniagaan Ketika Telah Datang Waktu Sholat Jum'at
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. al-Jumu'ah [62]: 9)
11. Shalat Tahiyatul Masjid sebelum duduk
Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما berkata, "Ada seseorang yang masuk masjid pada hari Jum'at sedang Nabi صلي الله عليه وسلم berkhotbah. Nabi صلي الله عليه وسلم bertanya kepadanya, Apakah engkau sudah sholat dua roka'at?' Dia menjawab, 'Belum.' Lantas Nabi صلي الله عليه وسلم berkata kepadanya, 'Sholatlah dua roka'at terlebih dahulu.'"(HR. Bukhari dan Muslim)
12. Duduk dekat Khatib
"Barang siapa mengumpuli istrinya, mandi pada hari Jum'at, berpagi-pagi berangkat sholat dengan berjalan tidak naik kendaraan, kemudian duduk dekat khotib, diam mendengarkan khotbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya setiap langkah yang diayunkan seperti pahala puasa dan sholat setahun."(HR. Ahmad, Tirmdizi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah)
13. Shalat Sunnah semampunya sampai Khatib datang
"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at, sholat semampunya, dan diam hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jum’at dengan Jum’at berikutnya dan tambahan tiga hari."(HR. Muslim)
14. Tidak melangkahi pundak manusia
"Barang siapa mandi pada hari Jum’at dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum’at dan tidak melangkahi pundak manusia, lalu sholat semampunya, kemudian diam bila khotib sudah datang sampai dia se-lesai sholatnya, maka hal itu sebagai penghapus dosa antara Jum’at hari itu dengan Jum’at sebelumnya."(HR. Abu Dawud, Ahmad, Hakim, Ibnu Hibban, dihasankan oleh Al-Albani)
15. Tidak berbicara ketika khatib sedang berkhutbah
"Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari Jum’at, 'Diamlah', sedang imam berkhotbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia."(HR. Bukhari dan Muslim)
16. Shalat Sunnah setelah selesai Shalat Jum'at
"Jika kalian sudah selesai sholat Jum’at, maka hendaklah sholat empat roka'at setelahnya."(HR. Muslim)
Demikianlah beberapa Sunnah dari Hari Jum'at, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terutama bagi diri kami pribadi.
sumber:http://iwansugiyarto.blogspot.com/2011/11/sunnah-sunnah-di-hari-jumat.html
Berikut bagian akhir dari tulisan ini, beserta kesimpulan pembahasannya:
9. Hadits Ma’qil bin Yasar.
Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
[ 27 ]
اِقْرَؤُوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس
“Bacakanlah Yasin terhadap orang yang akan meninggal dari kalian.”
Diriwayatkan oleh An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 10913 dan dalam ‘Amalul Yaum wal lailah no. 1082 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman At-Taimy dari Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar.
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/445, Ahmad 5/26,27, Abu Daud no. 3121, Ibnu Majah no. 1448, Ath-Thobarany 20/no. 510 dan Al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah 5/295/1464 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman bin At-Taimy dari Abu ‘Utsman -dan bukan An-Nahdy- dari ayahnya dari Ma’qil bin Yasar .
Dan diriwayatkan pula oleh Ahmad 5/26, An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 10914 dan dalam ‘Amalul Yaum wal lailah no. 1083, Ar-Ruyany dalam Musnadnya 2/323/1284 dan Ath-Thobarany 20/no. 511, 541 dari jalan Mu’tamir bin Sulaiman At-Taimy dari ayahnya dari seorang lelaki dari ayahnya dari Ma’qil bin Yasar.
Dan diriwayatkan oleh Abu Daud Ath-Thoyalisy no. 931 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman At-Taimy dari seorang lelaki dari ayahnya dari Ma’qil bin Yasar.
Pembahasan
Riwayat Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar adalah munqati’ (terputus). Buktinya adalah bahwa pada riwayat yang lain, Abu ‘Utsman tidak meriwayatkan langsung dari Ma’qil bin Yasar tapi melalui perantaraan ayahnya. Periksa Jami’ut Tahsil Karya Al-‘Ala`iy.
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam At-Talkhish Al-Habir 2/104 menyebutkan bahwa Ibnul Qaththon mencelanya dengan tiga perkara :
Haditsnya mudhthorib (goncang)
Haditsnya mauquf (tidak sampai penyandarannya kepada Nabi).
Majhulnya (tidak dikenalnya) Abu ‘Utsman dan ayahnya.
Adapun kegoncangan dalam hadits tampak dari uraian sanad di atas.
Kadang Abu ‘Utsman meriwayatkan langsung dari Ma’qil, kadang dengan perantara ayahnya dan kadang disebut dari seorang lelaki dari ayahnya dari Ma’qil.
Adapun Mauquf terlihat dari apa yang disebutkan oleh Al-Hakim bahwa Yahya bin Sa’id Al-Qaththon dan lainnya meriwayatkan hadits di atas secara mauquf.
Adapun keadaan Abu ‘Utsman dan ayahnya, berkata Ibnul Qaththon Al-Fasi dalam Bayanul Wahmi wal Iham 5/49-50 : “Ia (hadits di atas) tidaklah shohih karena Abu ‘Utsman ini tidak dikenal dan tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Sulaiman At-Taimy. Apabila ia (Abu ‘Utsman) tidak dikenal maka ayahnya lebih jauh lagi untuk bisa dikenal dan ia (Abu ‘Utsman) hanya meriwayatkan darinya (ayahnya,-pent.)”.
Secara umum hadits di atas lemah. Abu Bakar Ibnul ‘Araby menukil dari Ad-Daraquthny bahwa beliau berkata : “Ini adalah hadits lemah dari sisi sanadnya, lagi majhul matannya dan tidak satu haditspun yang shohih dalam bab (Keutamaan Yasin)”. Baca Al-Talkhish Al-Habir.
Dan dilemahkan oleh An-Nawawy dalam Tahdzibul Asma` wal Lughat 2/2/106.
10. Hadits Ubay bin Ka’ab.
Diriwayatkan oleh Al-Qadho’iy dalam Musnad Asy-Syihab 2\130-131\1039 dari jalan Makhlad bin ‘Abdul Wahid dari ‘Ali bin Zaid bin Jud’an dan ‘Atho` bin Abi Maimunah dari Zirr bin Hubaisy dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
[ 28 ]
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَإِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس وَمَنْ قَرَأَ يس وَهُوَ يُرِيْدُ بِهَا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأُعْطِيَ مِنَ الْأَجْرِ كَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ اثْنَتَيْ عَشَرَ مَرْةً وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ قُرِئَ عِنْدَهُ إِذَا نَزَلَ بِهِ مَلَكُ الْمَوْتِ سُوْرَةُ يس نَزَلَ بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْ سُوْرَةِ يس عَشْرَةُ أَمْلَاكٍ يَقُوْمُوْنَ بَيْنَ يَدَيْهِ صُفُوْفًا يُصَلُّوْنَ عَلَيْهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ وَيَشْهَدُوْنَ غَسْلَهُ وَيُشَيِّعُوْنَ جَنَازَتَهُ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْهِ وَيَشْهَدُوْنَ دَفْنَهُ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ قَرَأَ يس وَهُوَ فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ لَمْ يَقْبِضْ مَلَكُ الْمَوْتِ رُوْحَهُ حَتَّى يَجِيْئَهُ رِضْوَانُ خَازِنُ الْجَنَّةِ بِشُرْبَةٍ مِنْ شَرَابِ الْجَنَّةِ فَيَشْرَبَهَا وَهُوَ عَلَى فِرَاشِهِ فَيَقْبِضُ مَلَكُ الْمَوْتِ رُوْحَهُ وَهُوْ رَيَّانٌ فَيَمْكُثُ فِيْ قَبْرِهِ وَهُوَ رَيَّانٌ وَيُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ رَيَّانٌ وَلَا يَحْتَاجُ إِلَى حَوْضٍ مِنْ حِيَاضِ الْأَنْبِيَاءِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ وَهُوَ رَيَّانٌ
“Sesungguhnya segala sesuatu mempunyai jantung dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin. Dan siapa yang membaca Yasin sedang ia mengharapkan dengannya Allah Azza wa Jalla maka Allah ampuni baginya dan diberi pahala seakan-akan membaca Al-Qur`an dua belas kali. Dan muslim mana saja dibacakan surah Yasin padanya ketika Malaikat Maut turun, maka turunlah bersama setiap huruf dari surah Yasin sepuluh malaikat berdiri didepannya bershof-shof, memberi shalawat untuknya (mendo’akannya,-pent), meminta ampun untuknya, menyaksikan pemandiannya, mengantar jenazahnya, mensholatinya dan menyaksikannya ditanam (baca : dikubur). Dan muslim mana saja yang membaca Yasin dan ia dalam keadaan sakaratul maut maka malaikat maut tidak akan mencabut ruhnya sampai Ridhwan penjaga Surga datang dengan membawa minuman dari minuman sorga lalu ia meminumnya sedang ia berada di atas pembaringannya. Lalu malaikat maut akan mencabut ruhnya sedang ia dalam keadaan segar dan tinggal dikuburnya dalam keadaan segar dan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan segar dan tidak butuh kepada telaga dari telaga-telaga para Nabi sampai ia masuk sorga dalam keadaan segar.”
Pembahasan :
Tidaklah diragukan tentang palsunya hadits di atas. Yang tertuduh memalsukannya adalah Makhlad bin ‘Abdul Wahid dan ia memang dikenal memalsukan hadits-hadits seputar keutamaan surah-surah Al-Qur`an. Periksa biografinya dari Mizanul I’tidal.
11. Hadits Abu Darda` dan Abu Dzar.
Dikeluarkan oleh Ar-Ruyany, Abu Nu’aim dan Ad-Dailamy -sebagaimana dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no 5219- dan Ibnu Abid Dunya sebagaimana dalam Kasyful Khafa` 2\527 dari Abu Darda` dan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
[ 29 ]
مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ سُوْرَةُ يس إِلاَّ هَوَّنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ
“Tidak seorangpun yang akan meninggal lalu dibacakan surah Yasin disisinya, melainkan Allah akan memudahkan/meringankan untuknya (sakaratul maut,-pent.).”
Pembahasan
Hadits di atas divonis oleh Syaikh Al-Albany sebagai hadits maudhu’ (palsu). Silahkan periksa Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah.
Al-Bardza’iy bertanya kepada Abu Zur’ah Ar-Razy tentang hadits ini maka beliau menjawab : “(Ini) hadits mungkar, lemparkanlah ia”, dan beliau tidak membacanya. Baca As`ilah Al-Bardza’iy 2\690-691 dan periksa juga Al-Takhish Al-Habir 2\104.
12. Hadits ‘Abdullah bin Samjaj
Diriwayatkan oleh Ad-Dailamy dalam Musnadul Firdaus 4/328/6493 –Firdausul Akhbar- dari ‘Abdullah binn Samjaj, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
[ 30 ]
مَا مِنْ مَرِيْضٍ يُقْرَأُ عِنْدَهُ سُوْرَةُ يس إِلاَّ مَاتَ رَيَّانًا وَأُدْخِلَ قَبْرَهُ رَيَّانًا وًحُشِرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَيَّانًا
“Orang sakit mana saja yang dibacakan surah Yasin disisinya kecuali ia mati dalam keadaan segar, dimasukkan kuburnya dalam keadaan segar dan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan segar.”
Kesimpulan Takhrij Hadist
Dari pembahasan di atas nampak jelas bahwa hadist-hadist yang berkaitan khusus dengan keutamaan surah yasin tidak satupun yang syah bahkan seluruh riwayat tersebut, hukumnya berkisar antara Dho’if (lemah), Dho’if jiddan (lemah sekali) dan maudhu’ (palsu) dan sama sekali tidak bisa saling mendukung dan menguatkan.
Dan telah berlalu pernyataan dari Al-Hafizh Al-Kabir Imam Ad-Daraquthny rahimahullah bahwa tidak ada satu haditspun yang shohih dalam bab keutamaan surah Yasin.
sumber:http://al-atsariyyah.com/keutamaan-surah-yasin-final.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة »
“Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga”[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu[2], karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Ta’ala.
Hadits ini semakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu surat dalam al-Qur’an yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan”[3].
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Keutamaan dalam hadits ini diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat al-Mulk dengan secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya[4].
- Surat ini termasuk surat-surat al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya[5].
- Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur)[6], akan tetapi penamaan ini disebutkan dalam hadits yang lemah[7].
- Al-Qur’an akan memberikan syafa’at (dengan izin Allah) bagi orang yang membacanya (dengan menghayati artinya) dan mengamalkan isinya[8], sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)”[9].
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 22 Jumadal ula 1432 H
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
Artikel www.muslim.or.id
Dari artikel Keutamaan Membaca Surat Al Mulk — Muslim.Or.Id by null
sumber:http://muslim.or.id/tafsir/keutamaan-membaca-surat-al-mulk.html
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, setelah bulan Ramadhan[2].
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
- Puasa yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa ‘Aasyuura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dan memerintahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk melakukannya[3], dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaannya beliau bersabda,
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu“[4].
- Lebih utama lagi jika puasa tanggal 10 Muharram digandengankan dengan puasa tanggal 9 Muharram, dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disampaikan kepada beliau bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari yang diagungkan orang-orang Yahudi dan Nashrani, maka beliau bersabda,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Kalau aku masih hidup tahun depan, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (bersama 10 Muharram).” [5]
- Adapun hadits,
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً
“Berpuasalah pada hari ‘Aasyuura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“[6], maka hadits ini lemah sanadnya dan tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dianjurkannya berpuasa pada tanggal 11 Muharram[7].
- Sebagian ulama ada yang berpendapat di-makruh-kannya (tidak disukainya) berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, karena menyerupai orang-orang Yahudi, tapi ulama lain membolehkannya meskipun pahalanya tidak sesempurna jika digandengkan dengan puasa sehari sebelumnya[8].
- Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan puasa tanggal 10 Muharram adalah karena pada hari itulah Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa álaihis salam dan umatnya, serta menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya, maka Nabi Musa ‘alaihis salam pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada-Nya, dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu karena alasan ini, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ
“Kita lebih berhak (untuk mengikuti) Nabi Musa ‘alaihis salam daripada mereka“[9]. Kemudian untuk menyelisihi perbuatan orang-orang Yahudi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram[10].
- Hadits ini juga menunjukkan bahwa shalat malam adalah shalat yang paling besar keutamaannya setelah shalat wajib yang lima waktu[11].
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al Buthoni, M.A.
Artikel www.muslim.or.id
Dari artikel Keutamaan Puasa di Bulan Muharram — Muslim.Or.Id by null
sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-di-bulan-muharram.html
At Tauhid edisi V/17
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.
Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.
Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-
Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)
Meninjau Fenomena Pacaran
Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!
Mustahil Ada Pacaran Islami
Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.
Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah
Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan. [Muhammad Abduh Tuasikal]
sumber:http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
-
2014
(51)
-
Januari(51)
- ...
- LIRIK LAGU Afgan - My Confession Your Smile Brings...
- LIRIK LAGU Afgan - I.L.U. Disampingmu Temani Dirim...
- LIRIK LAGU Afgan - Hanya Ada Satu Tahukah Kau Apa ...
- LIRIK LAGU Afgan - Bukan Cinta Biasa Kali ini kusa...
- LIRIK LAGU Afgan - Klise Ceritakanlah apa saja Cip...
- LIRIK LAGU Afgan - Hilang Rasa Setelah Sekian Lama...
- LIRIK LAGU Afgan - Entah Kutahu, kau selingkuh Kau...
- LIRIK LAGU Afgan - Biru Tiada Pernah Aku Bahagia S...
- LIRIK LAGU Afgan - Betapa Aku Cinta Padamu Papapar...
- LIRIK LAGU Afgan - Akhir Persahabatan Ambillah kek...
- With 'About-Paris' we want to make your Paris expe...
- Kata Bijak Terbaru Kesetiaan memunculkan nilai-nil...
- Cara Merubah Kursor Pada Blog Selamat Sore Sobat B...
- Kata Lucu Gokil Kumpulan Kata Kata Lucu Gokil Doak...
- Minggu, 10 November 2013 Bentuk Darah Manusia Yang...
- 0 Cara Dunia Akan Kiamat Tidak ada habisnya orang-...
- Sumayyah Bintu Khubath Radhiallahu Anha "Rasululla...
- Asma' Binti Abu Bakar As Siddiq, Dzatun Nithaqain ...
- Ello GAK KAYAK MANTANMU aku bukanlah orang yang pu...
- Ungu SAYANG Entah harus darimana ku memulai kata- ...
- Vidi Aldiano LUPAKAN MANTAN selalu cerita siapa ma...
- Noah SEPARUH AKU Dan terjadi lagi kisah lama yang ...
- Noah SENDIRI LAGI Tinggallah ku sendiri dalam sepi...
- Noah HIDUP UNTUKMU MATI TANPAMU Begitu banyak hal ...
- Indah Dewi Pertiwi TEMAN TERINDAH Malam tadi aku b...
- 3 Komposer SALAH BENAR sedang apa dan dimana dia d...
- Afgan TANPA BAHASA Kau meminta padaku sepenggal ka...
- Pin
- Bulgogi
- butterfly
- Barbie
- Quote 2
- Quote 1
- Quotes
- Rossy's Cake Birthday
- My NB
- NB SHOES
- Takkan ku biarkan insan lain mencuri hatimu Terlal...
- Lirik Lagu Terry - Tulus (Feat. Aril) Ketika dirim...
- LIRIK LAGU Adera - Melukis Bayangmu Ku melintas pa...
- LIRIK LAGU Ada Band - Senandung Lagu Cinta Senandu...
- Lirik Lagu Afgan - Sabar Sabar Sabarlah cintaku Ha...
- Lirik Lagu Raisa - Pemeran Utama Ya aku mengerti b...
- Lirik Lagu Raisa - Mantan Terindah Feat Yovie Meng...
- LYRICS OF SUDDENLY IT'S MAGIC I always thought I w...
- lirik lagu Kau Harus Bahagia Sammy Simorangkir lyr...
- Lirik Lagu Fatin - Dia Dia Dia Selalu ku pikir bah...
- Girl your heart, girl your face is so different fr...
- Lirik Lagu Raffi Ahmad - Bukan Rama Sinta Baru ku ...
-
Januari(51)
- 2013 (619)
- 2012 (206)
- 2011 (53)
About Me
- annisa
- hidup adalah satu mangkuk penuh buah cherry. ada yang manis,ada yang kecut, ada yang hampir busuk. maka kita akan selalu untung-untungan dalam mencomot buah cherry itu. kata orang di amerika sana
Blog Archive
-
▼
2014
(51)
-
▼
Januari
(51)
- ...
- LIRIK LAGU Afgan - My Confession Your Smile Brings...
- LIRIK LAGU Afgan - I.L.U. Disampingmu Temani Dirim...
- LIRIK LAGU Afgan - Hanya Ada Satu Tahukah Kau Apa ...
- LIRIK LAGU Afgan - Bukan Cinta Biasa Kali ini kusa...
- LIRIK LAGU Afgan - Klise Ceritakanlah apa saja Cip...
- LIRIK LAGU Afgan - Hilang Rasa Setelah Sekian Lama...
- LIRIK LAGU Afgan - Entah Kutahu, kau selingkuh Kau...
- LIRIK LAGU Afgan - Biru Tiada Pernah Aku Bahagia S...
- LIRIK LAGU Afgan - Betapa Aku Cinta Padamu Papapar...
- LIRIK LAGU Afgan - Akhir Persahabatan Ambillah kek...
- With 'About-Paris' we want to make your Paris expe...
- Kata Bijak Terbaru Kesetiaan memunculkan nilai-nil...
- Cara Merubah Kursor Pada Blog Selamat Sore Sobat B...
- Kata Lucu Gokil Kumpulan Kata Kata Lucu Gokil Doak...
- Minggu, 10 November 2013 Bentuk Darah Manusia Yang...
- 0 Cara Dunia Akan Kiamat Tidak ada habisnya orang-...
- Sumayyah Bintu Khubath Radhiallahu Anha "Rasululla...
- Asma' Binti Abu Bakar As Siddiq, Dzatun Nithaqain ...
- Ello GAK KAYAK MANTANMU aku bukanlah orang yang pu...
- Ungu SAYANG Entah harus darimana ku memulai kata- ...
- Vidi Aldiano LUPAKAN MANTAN selalu cerita siapa ma...
- Noah SEPARUH AKU Dan terjadi lagi kisah lama yang ...
- Noah SENDIRI LAGI Tinggallah ku sendiri dalam sepi...
- Noah HIDUP UNTUKMU MATI TANPAMU Begitu banyak hal ...
- Indah Dewi Pertiwi TEMAN TERINDAH Malam tadi aku b...
- 3 Komposer SALAH BENAR sedang apa dan dimana dia d...
- Afgan TANPA BAHASA Kau meminta padaku sepenggal ka...
- Pin
- Bulgogi
- butterfly
- Barbie
- Quote 2
- Quote 1
- Quotes
- Rossy's Cake Birthday
- My NB
- NB SHOES
- Takkan ku biarkan insan lain mencuri hatimu Terlal...
- Lirik Lagu Terry - Tulus (Feat. Aril) Ketika dirim...
- LIRIK LAGU Adera - Melukis Bayangmu Ku melintas pa...
- LIRIK LAGU Ada Band - Senandung Lagu Cinta Senandu...
- Lirik Lagu Afgan - Sabar Sabar Sabarlah cintaku Ha...
- Lirik Lagu Raisa - Pemeran Utama Ya aku mengerti b...
- Lirik Lagu Raisa - Mantan Terindah Feat Yovie Meng...
- LYRICS OF SUDDENLY IT'S MAGIC I always thought I w...
- lirik lagu Kau Harus Bahagia Sammy Simorangkir lyr...
- Lirik Lagu Fatin - Dia Dia Dia Selalu ku pikir bah...
- Girl your heart, girl your face is so different fr...
- Lirik Lagu Raffi Ahmad - Bukan Rama Sinta Baru ku ...
-
▼
Januari
(51)





