Jumat, 22 Juni 2012
Wajahmu selalu ada dalam fikiranku saat ini. Walaupun kita sudah tak bersama dalam satu dunia yang sama. Aku akan selalu mengingatmu. Perasaanku masih sama seperti dulu. Mungkin bukan memudar tetapi semakin menggebu-gebu. Aku tahu aku dan kamu tidak akan bisa bersama lagi tapi aku berharap ada seseorang yang sama seperti kamu.

Dulu aku dan kamu sering melakukan hal yang kita sukai bersama. Maraton bareng, dengerin lagu kesukaan kita, dan banyak hal kita lakukan bersama. Namun sekarang aku hanya bisa melakukan hal itu sendirian bersama teman-temanku. Terlalu banyak kenangan yang indah di masa lalu kita. Tidak secepat itu aku bisa melupakannya. Hari demi hari aku lewati tanpamu. Tetapi tetap saja kenangan itu masih melekat difikiranku. Aku ingat saat aku belajar main gitar bersamamu. Aku sangat iri padamu yang mahir bermain gitar. Kamu sering bermain gitar untukku sambil menyanyikan lagu kesukaan kita. Sekarang aku sangat benci orang yang bisa bermain gitar. Karena itu hanya akan membuatku menjadi sedih.

Aku telah menemukan seseorang yang hampir mirip sepertimu. Namun aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. Karena dia sudah ada yang memiliki. Tak apalah, yang penting aku bisa melihatnya setiap hari. Setelah hari kelulusan itu aku tidak pernah bertemu dia lagi. Karena dia telah masuk ke universitas pilihannya mungkin sesekali dia akan datang ke selokah ku.

Kamu pasti tahu mengapa sampai saat ini aku masih sendiri. Aku masih menyayangimu. Aku tidak mau membuatku kecewa. Aku tahu kamu pasti sedih kalau aku bersama orang lain. Aku selalu mengenangmu. Dirimu akan selalu ada dihatiku. Walaupun banyak lelaki lain yang menyayangiku aku akan tetap setia kepadamu. Sampai takdir membawaku pada lelaki yang tulus mencintai dan menyayangiku sepertimu.

Cukup aku dan Allah yang tahu seberapa besar aku mencintaimu. Ana uhibu kafila ya akhi.


Nb : Cerpen ini terinspirasi dari sahabatku yang sangat beruntung telah mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya. Namun takdir memisahkan mereka. Tetapi sahabtku ini tetap sabar menhadapi cobaan ini. Dia tetap tersenyum dan ceria. kisah nyata namun sedikt ada und=sur fiksinya

0 comments:

About Me

Foto Saya
annisa
hidup adalah satu mangkuk penuh buah cherry. ada yang manis,ada yang kecut, ada yang hampir busuk. maka kita akan selalu untung-untungan dalam mencomot buah cherry itu. kata orang di amerika sana
Lihat profil lengkapku
Share

Share

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail